![]() |
| gamabar candi prambanan |
Candi Prambanan merupakan candi peninggalan Hindu
terbesar di kawasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, candi Prambanan merupakan
kompleks percandian dengan candi induk menghadap ke arah Timur, dengan bentuk
secara keseluruhan menyerupai gunungan pada wayang kulit setinggi 47 meter, Candi ini terletak di pulau Jawa, kurang lebih 20 km
timur Yogyakarta, 40 km barat Surakarta dan 120 km selatan Semarang,antara 17 kilometer arah timur dari pusat
kota Yogyakarta, di Jl. Adisutjipto,
Lokasi : Jl.
Solo, prambanan, Yogyakarta
Tiket masuk : wisatawan domestik Rp. 9.000,- wisatawan asing USD 9
Waktu berkunjung : setiap hari, mulai pukul 09.00 sampai 16.00
Fasilitas yang ada : jasa pemandu, taman, pasar cinderamata, panggung terbuka dan tertutup. adapun gambaran tentang candi prambanan adalah :Bilik utama dari candi induk kompleks candi Prambanan ditempati oleh Dewa Shiwa sebagai Mahadewa.Bagian tepi candi dibatasi dengan pagar langkan, yang dihiasi dengan relief Ramayana yang dapat dinikmati bilamana kita berperadaksina (berjalan mengelilingi candi dengan pusat candi selalu di sebelah kanan kita) melalui lorong itu. Cerita itu berlanjut pada langkan candi Brahma yang terletak di sebelah kiri (sebelah Selatan) candi induk. Sedang pada pagar langakn candi Wishnu yang terletak di sebelah kanan (sebelah Utara) candi induk, terpahat relief cerita Kresnadipayana yang menggambarkan kisah masa kecil Prabu Kresna sebagai penjelmaan (titisan) Dewa Wishnu dalam membasmi keangkaramurkaan yang hendak melanda dunia.Bilik candi induk yang menghadap kea rah Utara berisi patung Durga, permaisuri Dewa Shiwa, tetapi umumnya masyarakat menyebutnya sebagai patung Roro Jonggrang, yang menurut legenda, patung batu itu sebelumnya adalah tubuh hidup dari purti cantik itu, yang dikutuk oleh ksatria Bandung Bondowoso, untuk melengkapi kesanggupannya menciptakan seribu patung dalam waktu satu malam.
Candi Brahma dan candi Wishnu yang kini sudah selesai pemugarannya masing-masing hanya memiliki 1 buah bilik yang ditempati oleh patung dewa-dewa yang bersangkutan.
Dihadapan ketiga candi dari Dewa Trimurti itu terdapat tiga buah candi yang berisi wahana (kendaraan) ketiga dewa tersebut. Ketiga candi itu kini sudah dipugar dan hanya candi yang ditengah (di depan candi Shiwa) yang masih berisi patung seekor lembu yang bernama Nandi, kendaraan Dewa Shiwa. Patung angsa senagai kendaraan Brahma dan patung garuda sebagai kendaraan Wishnu yang diperkirakan dahulu mengisi bilik-bilik candi yang terletak di hadapan candi kedua Dewa itu, kini telah dipugar.Keenam candi itu merupakan 2 kelompok yang saling berhadapan, terletak pada sebuah halaman berbentuk bujur sangkar, dengan sisi sepanjang 110 meter.
Didalam halaman masih berdiri candi-candi lain, yaitu 2 buah candi pengapit dengan ketinggian 16 meter yang saling berhadapan, yang sebuah berdiri di sebelah Utara dan yang lain di sebelah Selatan, 4 buah candi kelir dan 4 buah candi sudut.
Halaman dalam yang dianggap masyarakat Hindu sebagai halaman paling sacral ini, terletak di tengah halaman tengah yang mempunyai sisi 222 meter, dan pada mulanya berisi candi-candi perwara sebanyak 224 buah berderet-deret mengelilingi hfalaman dalam 3 baris.
Diluar halaman tengah ini masih terdapat halaman luar yang berbentuk segi empat dengan sisi sepanjang 390 meter.
Kompleks candi Prambanan dibangun oleh Raja-raja Wamca (Diansty) Sanjaya pada abad ke-9 dan kini merupakan obyek wisata yang dapat dikunjungi setiap hari antara pukul 06.00-18.00 WIB.
Kompleks candi Prambanan terletak hanya beberapa ratus meter dari jalan raya Yogya-Solo yang ramai dilewati kendaraan umum.
Tiket masuk : wisatawan domestik Rp. 9.000,- wisatawan asing USD 9
Waktu berkunjung : setiap hari, mulai pukul 09.00 sampai 16.00
Fasilitas yang ada : jasa pemandu, taman, pasar cinderamata, panggung terbuka dan tertutup. adapun gambaran tentang candi prambanan adalah :Bilik utama dari candi induk kompleks candi Prambanan ditempati oleh Dewa Shiwa sebagai Mahadewa.Bagian tepi candi dibatasi dengan pagar langkan, yang dihiasi dengan relief Ramayana yang dapat dinikmati bilamana kita berperadaksina (berjalan mengelilingi candi dengan pusat candi selalu di sebelah kanan kita) melalui lorong itu. Cerita itu berlanjut pada langkan candi Brahma yang terletak di sebelah kiri (sebelah Selatan) candi induk. Sedang pada pagar langakn candi Wishnu yang terletak di sebelah kanan (sebelah Utara) candi induk, terpahat relief cerita Kresnadipayana yang menggambarkan kisah masa kecil Prabu Kresna sebagai penjelmaan (titisan) Dewa Wishnu dalam membasmi keangkaramurkaan yang hendak melanda dunia.Bilik candi induk yang menghadap kea rah Utara berisi patung Durga, permaisuri Dewa Shiwa, tetapi umumnya masyarakat menyebutnya sebagai patung Roro Jonggrang, yang menurut legenda, patung batu itu sebelumnya adalah tubuh hidup dari purti cantik itu, yang dikutuk oleh ksatria Bandung Bondowoso, untuk melengkapi kesanggupannya menciptakan seribu patung dalam waktu satu malam.
Candi Brahma dan candi Wishnu yang kini sudah selesai pemugarannya masing-masing hanya memiliki 1 buah bilik yang ditempati oleh patung dewa-dewa yang bersangkutan.
Dihadapan ketiga candi dari Dewa Trimurti itu terdapat tiga buah candi yang berisi wahana (kendaraan) ketiga dewa tersebut. Ketiga candi itu kini sudah dipugar dan hanya candi yang ditengah (di depan candi Shiwa) yang masih berisi patung seekor lembu yang bernama Nandi, kendaraan Dewa Shiwa. Patung angsa senagai kendaraan Brahma dan patung garuda sebagai kendaraan Wishnu yang diperkirakan dahulu mengisi bilik-bilik candi yang terletak di hadapan candi kedua Dewa itu, kini telah dipugar.Keenam candi itu merupakan 2 kelompok yang saling berhadapan, terletak pada sebuah halaman berbentuk bujur sangkar, dengan sisi sepanjang 110 meter.
Didalam halaman masih berdiri candi-candi lain, yaitu 2 buah candi pengapit dengan ketinggian 16 meter yang saling berhadapan, yang sebuah berdiri di sebelah Utara dan yang lain di sebelah Selatan, 4 buah candi kelir dan 4 buah candi sudut.
Halaman dalam yang dianggap masyarakat Hindu sebagai halaman paling sacral ini, terletak di tengah halaman tengah yang mempunyai sisi 222 meter, dan pada mulanya berisi candi-candi perwara sebanyak 224 buah berderet-deret mengelilingi hfalaman dalam 3 baris.
Diluar halaman tengah ini masih terdapat halaman luar yang berbentuk segi empat dengan sisi sepanjang 390 meter.
Kompleks candi Prambanan dibangun oleh Raja-raja Wamca (Diansty) Sanjaya pada abad ke-9 dan kini merupakan obyek wisata yang dapat dikunjungi setiap hari antara pukul 06.00-18.00 WIB.
Kompleks candi Prambanan terletak hanya beberapa ratus meter dari jalan raya Yogya-Solo yang ramai dilewati kendaraan umum.
Menurut sejarah candi ini dibangun pada sekitar tahun 850 Masehi oleh salah seorang dari
kedua orang ini, yakni: Rakai Pikatan, raja kedua wangsa Mataram I atau
Balitung Maha Sambu, semasa wangsa Sanjaya. Tidak lama setelah dibangun, candi
ini ditinggalkan dan mulai rusak. Renovasi candi ini dimulai pada tahun 1918,
dan sampai sekarang belum selesai. Bangunan utama baru diselesaikan pada tahun
1953. Banyak bagian candi yang direnovasi, menggunakan batu baru, karena
batu-batu asli banyak yang dicuri atau dipakai ulang di tempat lain, banyak candi-candi kecil
yang tak dibangun ulang dan hanya tampak fondasinya saja.
Legenda candi Prambanan tidak terlepas dari
legenda Roro Jonggrang yang sangat terkenal yang merupakan bagian yang tak
terpisahkan dari cerita rakyat tentang Candi Prambanan Legenda
Candi Prambanan adalah cerita rakyat yang sangat populer,
sesuai dengan keindahan Candi Prambanan yang memikat hati para wisatawan,Legenda Candi prambanan berkaitan
dengan dengan kisah cinta seorang lelaki bernama Bandung Bondowoso yang
berkeinginan memperistri Roro Jonggrang. Syaratnya, Roro Jonggrang meminta
Bandung Bondowoso membuatkannya candi dengan 1000 arca dalam semalam. Ketika
999 arca telah dibuat, Jonggrang menggagalkannya dengan meminta warga desa
menumbuk padi biar suasana seperti pagi hari dan ayam jantan mulai berkokok.
Lantaran kecewa dan merasa ditipu, ia lantas mengutuk Roro Jonggrang menjadi
arca yang keseribu.
Alkisah,Pada jaman dahulu kala di Pulau Jawa terutama di daerah Prambanan berdiri 2 buah kerajaan Hindu yaitu Kerajaan Pengging dan Kraton Boko. Kerajaan Pengging adalah kerjaan yang subur dan makmur yang dipimpin oleh seorang raja yang arif dan bijaksana bernama Prabu Damar Moyo dan mempunyai seorang putra laki-laki yang bernama Raden Bandung Bondowoso.Kraton Boko berada pada wilayah kekuasaan kerajaan Pengging yang diperintah oleh seorang raja yang kejam dan angkara murka yang tidak berwujud manusia biasa tetapi berwujud raksasa besar yang suka makan daging manusia, yang bernama Prabu Boko. Akan tetapi Prabu Boko memiliki seorang putri yang cantik dan jelita bak bidadari dari khayangan yang bernama Putri Loro Jonggrang.Prabu Boko juga memiliki patih yang berwujud raksasa bernama Patih Gupolo. Prabu Boko ingin memberontak dan ingin menguasai kerajaan Pengging, maka ia dan Patih Gupolo mengumpulkan kekuatan dan mengumpulkan bekal dengan cara melatih para pemuda menjadi prajurit dan meminta harta benda rakyat untuk bekal.Setelah persiapan dirasa cukup, maka berangkatlah Prabu Boko dan prajurit menuju kerajaan Pengging untuk memberontak. Maka terjadilah perang di Kerajaan Pengging antara para prajurit peng Pengging dan para prajurit Kraton Boko.Banyak korban berjatuhan di kedua belah pihak dan rakyat Pengging menjadi menderita karena perang, banyak rakyat kelaparan dan kemiskinan.Mengetahui rakyatnya menderita dan sudah banyak korban prajurit yang meninggal, maka Prabu Damar Moyo mengutus anaknya Raden Bandung Bondowoso maju perang melawan Prabu Boko dan terjadilan perang yang sangat sengit antara Raden Bandung Bondowoso melawan Prabu Boko. Karena kesaktian Raden Bandung Bondowoso maka Prabu Boko dapat dibinasakan. Melihat rajanya tewas, maka Patih Gupolo melarikan diri. Raden Bandung Bondowoso mengejar Patih Gupolo ke Kraton Boko.
Alkisah,Pada jaman dahulu kala di Pulau Jawa terutama di daerah Prambanan berdiri 2 buah kerajaan Hindu yaitu Kerajaan Pengging dan Kraton Boko. Kerajaan Pengging adalah kerjaan yang subur dan makmur yang dipimpin oleh seorang raja yang arif dan bijaksana bernama Prabu Damar Moyo dan mempunyai seorang putra laki-laki yang bernama Raden Bandung Bondowoso.Kraton Boko berada pada wilayah kekuasaan kerajaan Pengging yang diperintah oleh seorang raja yang kejam dan angkara murka yang tidak berwujud manusia biasa tetapi berwujud raksasa besar yang suka makan daging manusia, yang bernama Prabu Boko. Akan tetapi Prabu Boko memiliki seorang putri yang cantik dan jelita bak bidadari dari khayangan yang bernama Putri Loro Jonggrang.Prabu Boko juga memiliki patih yang berwujud raksasa bernama Patih Gupolo. Prabu Boko ingin memberontak dan ingin menguasai kerajaan Pengging, maka ia dan Patih Gupolo mengumpulkan kekuatan dan mengumpulkan bekal dengan cara melatih para pemuda menjadi prajurit dan meminta harta benda rakyat untuk bekal.Setelah persiapan dirasa cukup, maka berangkatlah Prabu Boko dan prajurit menuju kerajaan Pengging untuk memberontak. Maka terjadilah perang di Kerajaan Pengging antara para prajurit peng Pengging dan para prajurit Kraton Boko.Banyak korban berjatuhan di kedua belah pihak dan rakyat Pengging menjadi menderita karena perang, banyak rakyat kelaparan dan kemiskinan.Mengetahui rakyatnya menderita dan sudah banyak korban prajurit yang meninggal, maka Prabu Damar Moyo mengutus anaknya Raden Bandung Bondowoso maju perang melawan Prabu Boko dan terjadilan perang yang sangat sengit antara Raden Bandung Bondowoso melawan Prabu Boko. Karena kesaktian Raden Bandung Bondowoso maka Prabu Boko dapat dibinasakan. Melihat rajanya tewas, maka Patih Gupolo melarikan diri. Raden Bandung Bondowoso mengejar Patih Gupolo ke Kraton Boko.
Setelah sampai
di Kraton Boko, Patih Gupolo melaporkan pada Puteri Loro Jonggrang bahwa
ayahandanya telah tewas di medan perang, dibunuh oleh kesatria Pengging yang
bernama Raden Bandung Bondowoso, maka kerajaan dipimpin oleh bandung bondowoso,Bandung Bondowoso adalah seorang yang suka memerintah dengan kejam siapapun yang tidak menuruti perintahnya akan dijatuhi hukuman berat! Bandung Bondowoso adalah
seorang yang sakti dan mempunyai pasukan jin. Tidak berapa lama berkuasa,
Bandung Bondowoso suka mengamati gerak-gerik Loro Jonggrang, putri Raja
Prambanan yang cantik jelita.Esok harinya, Bondowoso mendekati Loro Jonggrang,Loro Jonggrang menjadi kebingungan. Pikirannya
berputar-putar. Jika ia menolak, maka Bandung Bondowoso akan marah besar dan
membahayakan keluarganya serta rakyat Prambanan. Untuk mengiyakannya pun tidak
mungkin, karena Loro Jonggrang memang tidak suka dengan Bandung Bondowoso, dan loro jonggrangpun
mendapat ide , dia mau menikah gengan bandung bondowoso tetapi dengan syarat
dibagunkan 1000 candi yang megah.Sejak saat itu Bandung Bondowoso berpikir bagaimana caranya membuat 1000
candi.bandung
bondowoso akhirnya membuat 1000 candi degan bantuan jin,Setelah perlengkapan di siapkan. Bandung Bondowoso memerintahkan kepada jin
untuk di buatkan 1000 candi dalam waktu semalam ,Sementara itu, diam-diam Loro
Jonggrang mengamati dari kejauhan. Ia cemas, mengetahui Bondowoso dibantu oleh
pasukan jin, dia menjadi takut kalau dia berhasil membangun 1000 candi dalam waktu
semalam , dan loro jonggrang tak kehabisan akal dia menyuruh Para dayang kerajaan berkumpul dan ditugaskan
mengumpulkan jerami untuk dibakar dan dayang yang lainnya disuruh untuk menumbuk lesung
sehingga warna merah
memancar ke langit dengan diiringi suara hiruk pikuk, sehingga mirip seperti
fajar yang menyingsing.
Pasukan jin
mengira fajar sudah menyingsing. Sehingga Para jin tersebut berhamburan pergi meninggalkan tempat itu. Bandung
Bondowoso menjadi heran melihat
kepanikan pasukan jin.Paginya, Bandung Bondowoso mengajak Loro Jonggrang ke
tempat candi untuk menunjukan 1000 candi tersebut dan Loro Jonggrang segera menghitung jumlah candi itu.
Ternyata jumlahnya hanya 999 buah,Bandung Bondowoso terkejut mengetahui kekurangan itu. Ia menjadi sangat marah,Dan mengutuk loro
jonggrang menjadi batu sebagai pelengkap candi yang keseribu Dan sampai sekarang arca patung Loro
Jonggrang masih ada di Candi Prambanan dan Raden Bandung Bondowoso mengutuk
para gadis di sekitar Prambanan menjadi perawan kasep (perawan tua) karena
telah membantu Puteri Loro Jonggrang.Dan menurut kepercayaan orang dahulu bahwa
pacaran di candi Prambanan akan putus cintanya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar